SSL merupakan teknologi keamanan berupa Sertifikat digital yang digunakan untuk mengamankan proses transmisi data (nama pengguna, password pengguna, identitas, dan informasi sensitif lain) melalui situs web karena adanya proses enkripsi lalu lintas data antara situs web dan browser di internet.
1. Berdasarkan validasi yang dibutuhkan:
atau bisa juga menggunakan alamat email Registrant sesuai dengan yang tercantum pada informasi whois di public. Alternatif validasi lainnya adalah dengan menggunakan metode DNS Verification dan HTTP Verification yang detailnya bisa ditanyakan ke setiap provider penyedia SSL resmi.

Jenis Sertifikat SSL yang proses penerbitan Sertifikatnya baru akan diproses setelah kita memberikan bukti identitas organisasi/perusahaan dan sudah divalidasi oleh lembaga penyedia SSL. Pada umumnya berikut data dan validasi yang dibutuhkan :

Ketika memilih produk SSL Certificates jenis Extended Validation (EV), pemesan diharapkan adalah organisasi atau perusahaan yang dapat menyertakan dokumen legal serta identitas lainnya yang dibutuhkan sebagai persyaratan untuk proses verifikasi jenis Extended Validation (EV). Dokumen yang dibutuhkan adalah dokumen legal yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun lembaga hukum yang diakui keabsahaan hukumnya di negara pemesan Sertifikat SSL.
Jenis Sertifikat ini ditandai dengan adanya nama organisasi/perusahaan dengan logo gembok hijau disamping nama situs.

2. Berdasarkan domain yang diamankan :
1. CSR (Certificate Signing Request)
CSR merupakan suatu kode enkripsi yang digenerate oleh web server di mana sertifikat SSL akan dipasangkan. Ketika proses generate CSR pada web server kita perlu mengisikan beberapa data seperti Common Name, Company Name, Country, City, Province dan Organization Unit Name.
Hal yang perlu diperhatikan adalah pengisian Common Name yang mana harus sesuai dengan nama domain/subdomain yang ingin dipasangkan Sertifikat SSL. Khusus Sertifikat SSL jenis Wildcard membutuhkan common name dengan symbol wildcard diawal, contohnya *.biznetgio.com.
2. Private Key.
Private Key adalah suatu key yang nantinya digunakan untuk sinkronisasi Sertifikat SSL ke Hosting ataupun VPS. Private key akan dihasilkan bersamaan dengan CSR. Perlu dicatat bahwa Private Key harus disimpan dengan baik. Apabila Private Key tersebut hilang maka nantinya sertifikat SSL yang sudah terbit tidak akan dapat digunakan dan perlu di-reissue terlebih dahulu.
3. Root/Intermediate Certificate.
Intermediate Certificate adalah sertifikat yang berada diantara sertifikat situs web (server) dan sertifikat root yang dipercayai oleh browser. Intermediate Certificate perlu dipasangkan agar tidak adanya pesan kesalahan yang ditunjukan di browser (simbol gembok hijau muncul dengan utuh). Pada umumnya setiap penyedia SSL menyediakan Intermedate Certificate tersendiri yang bisa didapatkan secara bebas di situs resmi mereka.
4. CRT (Certificate)
CRT merupakan certificate yang diterbitkan oleh penyedia SSL setelah proses validasi dan upload CSR selesai. CRT bisa dipasangkan di server manapun selama private key-nya tersedia.
**Notes :
Komponen yang perlu disiapkan untuk pemasangan sertifikat SSL adalah Private Key, CRT, dan Intermediate Certificate. Jika user kehilangan Private Key maka diperlukan reissue CRT dengan mempersiapkan CSR yang baru.
Untuk tahapan generate CSR berbeda-beda. Bila menggunakan kontrol panel tertentu, bisa merujuk pada setiap dokumentasi resmi yang disediakan.
Berikut beberapa contohnya :
Tahapan persiapan dan pemasangan sertifikat SSL secara garis besar.
Beberapa Tools Troubleshooting
https://www.ssllabs.com/ssltest/
Artikel ini memberikan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis sertifikat SSL dan komponen-komponen yang terlibat dalam implementasinya. Beberapa poin utama yang dapat diambil dari artikel ini melibatkan validasi, jenis domain yang diamankan, dan komponen-komponen kunci.
Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Temukan bantuan lainnya melalui Knowledge Base Biznet Gio. Jika Anda masih memiliki kendala silahkan hubungi support@biznetgio.com atau (021) 5714567.